1

Kalian pasti pernah merasa semacam penasaran dengan berapak sisa umur kita hidup didunia ini? Atau apakah kalian membutuhkan sebuah peringatan dari sekarang guna dapat menikmati usia yang masih panjang didalam kondisi yang sangat sehat? Salah satu sebuah petunjuk yang sangatlah jelas yang dapat kalian ketahui ialah pola makan yang kalian terapkan pada setiap harinya.

Namun, terkadang kalian dapat juga menemukan semacam petunjuk pada tempat lain yang tak pernah kalian duga-duga. Yakni dengan menggunakan kondisi air liur kalian. Sebuah studi penelitian dari University of Birmingham akan menunjukkannya alasannya pada kalian.

Studi penelitian ini telah menemukan adanya keterkaitan mengenai air liur dengan tingkat risiko kematian seseorang. Mereka telah menemukan bahwasannya tingkat antibodi yang rendah didalam air liur dengan meningkatnya risiko kematian seseorang dan juga berperan sebagai indikator pada awal risiko kematian seseorang. Para peneliti ini mengamati 639 orang yang mana berusia minimal 63 tahun dan juga dengan mengambil semacam sampel air liur ia pada tahun 1995 yang lalu.

Sampel ini digunakan untuk dapat melihat mengenai tingkatan sekresi imunoglobulin A ataupun IgA. Imunoglobulin A ataupun antibodi merupakan protein yang berada di sel darah putih. Hal ini sangatlah penting dalam memerangi penyakit- penyakit yang menular.

Setelah selama 19 tahun yang lalu para sampel ini diperiksa dalam tingkatan kematian yang telah diukur berdasarkan golongan jenis kelamin mereka, mengenai kelompok kerja, aktivitas merokok, dan menggunakan obat-obatan. Akhirnya studi penelitian ini menemukan adanya hubungan negatif antara tingkat sekresi IgA danpenyebab dari kematian orang dalam sampel ini penelitian. Peneliti ini menganalisis adanya hubungan penyebab ini yang berkaitan dengan tingkat kematian karena penyakit kanker, yang utama ialah kanker non paru-paru.

Para peneliti ini juga menjelaskan seperti yang telah dikutip oleh medicaldaily.com, bahwasannya terdapat faktor yang bisa memengaruhi tingkat produksi dan juga menjaga kadar antibodinya. Terdapat beberapa faktor-faktor yang berada di luar kontrol dari tubuh seperti halnya tingkat usia, penyakit, dan juga keadaan umum pun bisa memengaruhi antibodi. Bukan hanya itu, stres, olahraga, dan rokokpun bisa memengaruhi kondisi antibodi.

Peneliti ini perlu melakukan penyelidikan yang lebih lanjut guna bahan check up. Hal ini dikarenakan peneliti harusnya memahami mengenai jalur yang mana tingkat sekresi haruslah dianggap sebagai salah satu penyebab dari kondisi ini. Apabila antibodi ini ditemukan rendah, maka akan menjadi semacam indikator yang awal dan dapat menunjukkan semacam risiko. Para peneliti ini juga berencana akan segera menindaklanjuti penelitian ini dan juga akan menyelidiki adanya hubungan antara temuan ini dengan penyakit -penyakit yang menular.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY