1

Kita sebagai orang asli bangsa Indonesia maka makanan yang kita konsumsi nyatanya sangat didominasi oleh kandungan rempah -rempah dan juga bumbu-bumbu yang bercita rasa sangat tajam, cita rasa yang pedas inilah yang menjadi rasa yang sangat di gemari oleh orang Indonesia. Bahkan cita rasa semakin pedas dalam suatu makanan yang di sajikan, maka makin banyak juga orang yang telah menganggap bahwasannya rasa dari makanan itu sangatlah lezat.

Walaupun rasa pedas dapat membuat kalian menjadi keringatan, mata kalian menjadi berair, dan juga di iringi dengan lidah kalian yang seperti terbakar,nyatanya kalian sama sekali tak merasa jera untuk mengonsumsi makanan yang pedas. Biasanya, pada saat kita merasa kepedasan maka hal yang sangat pertama kali kita lakukan ialah kita langsung meminum air putih yang berasa dingin.

Akan tetapi telah terdapat sebuah studi penelitian yang menyarankan agar kita tidaklah langsung mengonsumsi air putih walaupun kita sedang merasa kepedasan. Mengapa? Studi penelitian ini telah menunjukkan bahwasannya zat capcaisin yang terdapat didalam buah cabai merupakan molekul non polar. Zat capcaisin ini hanyalah dapat dilarutkan ke dalam zat non polar lainnya. Sementara halnya air adalah zat polar yang tak dapat dalam menenangkan rasa pedas yang satu ini. Inilah mengapa sebabnya sebenarnya mengonsumsi air putih dengan menggunakan tujuan guna meredakan rasa pedas hanyalah sebaggai hal yang sangat sia-sia.

Lantas, apakah yang dapat kita lakukan pada saat merasakan kepedasan dan juga untuk meredakannya? Seperti yang telah di paparkan di atas ini bahwasannya kalian dapat meredakan rasa kepedasan dengan menggunakan zat non polar dan juga susu merupakan salah satu contoh minuman zat yang non polar yang bisa melarutkan zat capcaisin pada lidah kalian sehingga kalian menjadi tidaklah merasa kepedasan.

Jadi, apabila kalian sedang yang namanya merasakan kepedasan pada saat sekarang ini maka kalian dapat menyediakan segelas susu di samping kalian guna meredakan rasa kepedasan tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY