1

Sebuah malware atau program jahat dikabarkan kembali menyerang pengguna Android. Walware bernama Gunpoder itu dikatakan sebgai sebuah malware baru yang menyerang penggunanya melalui sebuah aplikasi emulator Nintendo berbayar di Play Store. Dilihat dari aplikasi yang digunakan sebagai alat penyebarannya, tampaknya program jahat yang satu ini mengincar para gamer yang bermain di ponsel Android. Kabar keberadaan malware tersebut diberitahukan oleh sebuah Firma keamanan cyber bernama Palo Alto Research.

Dari data yang ada menyebutkan kalua ada sekitar tiga jenis malware yang coba disebarkan oleh orang yang belum diketahui identitasnya itu. Mereka yang terserang virus ini akan mengalami efek yang sangat menyusahkan, pasalnya malware jahat tersebut akan menggunakan beberapa palikasi lain di gadhet pengguna seperti SMS untuk menyebarkan dirinya. Lebih dari itu malware tersebut juga akan muncul dalam bentuk iklan-iklan palsu yang siap mengeksekusi kode-kode berbahaya yang tersimpan di dalamnya.

Bahanya lagi, ketika sudah bersarang di dalam ponsel yang diserangnya, malware itu akan langsung berupaya untuk mengumpulkan semua data-data pengguna seperti bookmark dan riwayat telusuran dari borwser yang dimiliki oleh pengguna. Malware ini dikbarkan menyelinap melalui portal pembayaran sebuah aplikasi emulator permainan Nintendo yang ada di Play Store. Namun sayangnya para penelitia yang menemukan malware itu tidak menyebutkan secara detail nama dari emulator yang dimaksud.

Meski begitu, para peneliti tersebut masih memberikan petunjuk lain agar kita bisa terhindar dari malware jahat tersebut. Mereka mengatakan kalua aplikasi emulator yang dimaksud harganya berada pada 0,20 hingga 0,40 USD. Pengguna yang tergoda untuk membelinya dan kemudian membayar akan langsung terserang sesaat setelah proses pembayaran dilakukan.

Alto juga menginformasikan bahwa malware jahat tersebut sangat berpontensi menyerang pengguna Android yang saat ini sedang berada di Irak, Thailand, India, Indonesia, Afrika Selatan, Rusia, dan beberapa tempat lainnya. Namun dari informasi yang ada menyebutkan kalau ternyata program jahat tersebut tidak berani untuk mengirimkan pesan dalam bentuk SMS secara otomatis kepada pengguna yang berada di daerah Tiongkok. Meskipun begitu pengguna masih harus berhati-hai dengan malware jahat yang satu ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY