1

Masih ingat dengan teknologi percetakan yang bisa menghasilkan objek berbentuk 3 dimensi? Ya, cara percetakan seperti itu dikenal dengan nama 3D Printing. Sejak pertama kali diperkenalkan, teknologi tersebut terus dikembangkan hingga baru-baru ini dikabarkan bahwa sudah ada obat yang bisa dicetak dengan bantuan teknologi tersebut. Bahkan obat berbentuk Pil 3D itu sudah diijinkan untuk beredar di Amerika Serikat. Apakah ini aman?

Menurut informasi yang diberikan oleh laman Antara News, diketahui bahwa saat ini telah ditemukan sebuah tablet (pil) 3D yang dapat larut dan mampu mengobati penyakit kejang-kejang baik yang diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa. Meski obat tersebut dibuat dengan bantuan teknologi 3D Printing, namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat taua yang dikenal juga dengan nama Food and Drug Administration (FDA), terlah menyetujui dan menberikan ijin peredaran untuk resep obat 3D pertama itu.

Melalui NBC News, perusahaan farmasi bernama Apercia membenarkan bahwa FDA telah memberikan ijin pada mereka untuk menjual dan mengedarkan obat merek Spitam yang mereka buat. Obat tersebut dibuat untuk orang dewasa dan anak-anak yang mengalami penyakit kejang-kejang akbiat epilepsy. Sejauh ini obat 3D itu masih dilaporkan aman karena memiliki sifat mudah larut jika masuk ke dalam air

Meski meruapakan sebuah perusahaan swasta, Apercia mengatakan bahwa dengan diijinkannya produk 3D pertama mereka ini untuk beredar, ke depannya mereka berencana untuk terus mengembangkan obat-obatan lain secara aman menggunakan proses yang sama, yaiti 3D Printing. Jika rencana ini berhasil maka dalam beberapa tahun ke depan Apercia memastikan akan ada banyak obat-obatan 3D yang beredar, terutama obat-obatan untuk penyakit saraf.

Spirtam ternyata bukan satu-satunya produk medis buatan berbentuk 3D, sebelumnya FDA juga sudah meberikan ijin pengunaan untuk perangkat medis lainnya seperti organ tubuh buatan atau prostetik yang dibuat menggunakan percetakan 3 dimensi. Dengan adanya teknologi ini, diperkirakan akan ada banyak dokter yang beralih ke percetakan 3D untuk membuat iplain atau alat lainnya yang bisa disesuaikan dengan keadaan pasien mereka.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY