1

Sekarang ini kepopuleran tisu basah yang sekali pakai dan mengandung antibakteri memang tak diragukan lagi. Tisu basah seperti ini menjadi kebutuhan pokok yang ada di masyarakat. Selain sangat mudah dibawa ke mana pun, tisu basah juga bisa menghilangkan kuman tak perlu ada tambahan penggunaan air dan juga sabun sehingga jauh lebih praktis. Bisa dibawa dalam saku atau tas. Bukan hanya para ibu yang menggunakan tisu basah antibakteri ini untuk membersihkan tangan atau popok bayi mereka. Di rumah sakit, tisu basah juga banyak digunakan untuk membersihkan peralatan dan juga permukaan benda yang ingin dihilangkan bakterinya.

Namun, tisu basah yang diakui mengandung antibakteri ternyata belum efektif untuk menghilangkan kuman. Apalagi menurut sebuah studi dari Wales ditemukan bahwa menggunakan tisu basah di rumah sakit malah bisa menyebarkan bakteri yang sangat berbahaya, termasuk juga MRSA. Para peneliti dari Cardiff University’s School of Pharmacy and Pahrmaceutical Science dalam penelitiannya di laboratorium membuat pengujian pada 7 jenis tisu basah yang paling sering digunakan dan mendapati bahwa kemampuan tisu ini lewat dari 10 detik masih kurang optimal.

Fakta lain mengungkapkan bahwa menggunakan tisu basah sebaliknya membuat perpindahan bakteri dari satu permukaan ke permukaan lainnya. Penelitian tersebut memang dilakukan di laboratorium sehingga hasil yang didapatkan belum tentu serupa dengan yang di dunia nyata. Apalagi para peneliti menggunakan setiap tisu sampai sepuluh kali, biasanya tisu dipakai tak lebih dari satu kali saja.

Tisu basah yag berada di pasaran memiliki kandungan zat kimia yang berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam kemampuannya membunuh mikroba terutama bakteri dan virus. Alkohol adalah zat kimia utama di dalam setiap tisu basah yang bisa membunuh bakteri. Caranya adalah dengan memevah struktur protein yang ada di dalam sel kuman atau denaturasi. Pemutih juga terkanudung di dalam tisu basah yang akan menghasilkan oksidasi di dalam sel. Ini dapat membuat sel-sel mati. Tisu yang ada kandungan sabun di dalamnya sebenarnya juga efektif apalagi kalau sabunnya bersifat antibakteri. Ini bisa menghancurkan lemak pada dinding sel virus dan bakteri.

Kesannya memang kurang canggih. Namun lebih efektif dalam proses penghancuran kuman yang berbahaya termasuk ebola. Jangan menggunakan tisu basah lagi setelah lima kali usapan. Apabila menggunakannya dalam area yang kecil, misalnya tempat makan, ada baiknya gunakan satu kali saja lalu buang jadi kuman tidak berpindah tempat. Buang tisu basah yang kandungan kelembabannya sudah menguap karena tidak lagi efektif untuk menghilangkan bakteri dan virus. Gunakan tisu basah dengan benar ya mulai sekarang!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY