1

Sebuah istilah psikologi menyebut ‘temper tantrum’ atau lebih dikenal dengan tantrum, adalah perilaku marah pada anak biasanya di usia 2-3 tahun. Ekspresi kemarahan sering dituangkan dengan berguling atau berbaring di lantai, berteriak, menendang, dan kadang menahan napas dengan wajah berlipat.

Tantrum terjadi karena anak pada usia ini belum mampu berbicara untuk mengungkapkan rasa kesal karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan hingga seakan mengalami frustasi. Bila Anda sebagai Orang Tua menghadapi hal seperti ini, maka lakukanlah hal-hal berikut:

1. Tenang

Ambillah napas panjang, usahakan jangan terpancing emosi karena akan berpengaruh pada tindakan Anda selanjutnya.

2. Jaga Tangan Anda

Janganlah mudah menggunakan tangan untuk mendidik anak. Dalam artian jangan suka mencubit atau memukul anak terutama pada saat ia sedang tantrum.

3. Peduli

Tunjukkan kepedulian Anda pada anak, karena itu sangat berarti baginya. Tenangkan ia dan cari tahu apa yang ia inginkan saat itu.

4. Alihkan Perhatiannya.

Jika Anda tahu bahwa yang diinginkan anak itu tidak baik untuknya, cara yang terbaik adalah mengalihkan perhatiannya pada hal lain yang lebih baik

5. Jaga Keamanan

Jika anak sedang tantrum, penting untuk memerhatikan di sekitar anak agar tidak ada benda-benda yang berbahaya baginya.

6. Jangan Mudah Menyerah

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, ingatlah bahwa tugas Anda mendampingi anak masih sangat panjang. Jadi jangan menyerah di tengah jalan.

7. Jaga Komunikasi Dengan Anak

Biasakan berbicara pada anak sebanyak mungkin. Tujuannya selain melatih anak agar dapat berbicara, hal ini juga dapat mempererat tali batin bagi orang tua dan anak sehingga anak akan mudah menerima penjelasan kenapa kita tidak menuruti semua permintaannya.

8. Teliti
Anak sering sekali tantrum untuk mendapatkan hal yang ia inginkan, berhati-hatilah jika Anda salah dalam bersikap maka anak akan terbiasa tantrum bahkan bisa memanipulasi hanya untuk.mendapatkan hal yang inginkan.

9. Perhatian

Jangan remehkan perkembangan anak. Usia dini benar-benar memerlukan perhatian dari orang tua. Maka jangan sungkan memberikan pujian jika ia berprestasi atau memberikan teguran jika ia bertindak yang tidak sepatutnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY