1

Sakit kepala yang menyerang tidak bisa dianggap remeh. Ada baiknya penderita melakukan pemeriksaan, kenali gejala yang ditunjukan pada diri sendiri. Pada tahun 2007,sakit kepala dikelompokan berdasarkan kesepakatan International Headache Society. Sakit kepala terdiri dari tiga kategori, yaitu, sakit kepala primer, sekunder dan sakit kepala saraf kranial.

Kali ini kita akan membahas sakit kepala dengan kategori sekunder.

Sakit kepala sekunder dapat diakibatkan oleh penyaklt yang diderita atau juga karena cedera, pada dasar itulah diagnosa dan pengobatan harus dilakukan. Sebelum penyakit yang diderita itu diketahui hasilnya, ada baiknya menjaga dan juga mengontrol agar sakit kepala sekunder itu tidak terjadi, karena sakit kepala sekunder ini dapat berakibat fatal dan dapat mengancam nyawa si penderita.

Untuk itu penderita yang sering mengalami sakit kepala sangat perlu melakukan diagnosis dini untuk melakukan pengobatan yang tepat.

Adapun sakit kepala sekunder biasanya disebabkan oleh,

1. Trauma kepala atau leher, bisa saja keduanya. Trauma bisa terjadi akibat kecelakaan berat atau ringan.

2. Gangguan yang yang pada kepala atau leher karena masalah pembuluh darah. Biasanya hal ini terjadi karena penderita mengidap penyakit stroke, AVM atau pun TIA.

3. Gangguan yang kerap terjadi pada otak selain kerusakan pada pembuluh darah, seperti kanker atau pun tumor.

4. Efek samping dari seringnya mengkonsumsi obat-obatan.

5. Penderita yang terinfeksi penyaki ensefalitis, HIV/AIDS, meningitis, pneumonia bahkan flu atau yang lainnya.

6. Perubahan yang terjadi pada fisik, terlalu gemuh misalnya atau perubahan fisik karena mengkonsumsi pil KB.

7. Penderita yang memiliki masalah pada mata, telinga, tenggorokan, leher dan juga gigi.

8. Penderita yang memiliki masalah psikiatri.

9. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung MSG.

10. Keracunan gas karbonmonoksida.

Lakukan konsultasi pada dokter jika sering mengalami sakit kepala, apalagi sakit yang dirasakan sangat tak tertahankan. Jika perlu lakukan diagnosa lebih lanjut sebagai bentuk kewaspadaan dalam menjaga kesehatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY