1

Menghadapi anak pengidap autisme adalah bukan pekerjaan yang mudah, terutama bagi orang yang belum memiliki pengalaman dalam menghadapinya. Anak pengidap autisme tetap dapat membaca, menulis dan juga berhitung. Anak pengidap autisme memerlukan perhatikan dan kesabaran yang ekstra dalam menghadapinya karena autisme adalah penyakit dari lahir dan tidak dapt disembuhkan. Namun bikan berarti hal ini membuat anak pengidap autisme tidak dapat hidup secara normal.

Pengaruh autisme berbeda pada setiap penderitanya. Ada yang memiliki kebiasaan pendiam, sedikit berbicara, bahkan ada yang memiliki perilaku yang kompulsif ekstrem. Beberapa tekhnik yang biasa diterapkan di sekolah khusus anak penderita autisme yang juga dapat diperhatikan saat berada di rumah adalah sebagai berikut:

1.Lakukan jadwal dengan tepat.

Anak pengidap autisme biasanya lebih menyukai kegiatan rutin yang selalu dilakukan berulang-ulang. Pilihlah waktu yang tepat dan selalu lakukan dengan kesabaran. Namun jika memang diperlukan dapat melakukan perubahan sedikit jika memang diperlukan.

2.Pilih Gaya Belajar yang Tepat

Anak pengidap Autisme biasanya memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Perhatikan, pahami dan terapkan. Bersabarlah, karena daya penyerapan informasi pada setiap anak pun berbeda-beda. Bantu anak dan guru dalam menjalankan metode belajar yang mudah bagi anak penderita autisme.

3.Gunakan Bahasa Sederhana

Jangan menggunaka bahasa yang sulit dimengerti. Gunakan kalimat pendek yang sesekali diselingi dengan gerakan tangan sebagai penuntun bagi si anak.

4.Gunakan Objek Menarik

Pancing keinginan anak pengidap autisme saat belajar, misalnya dengan membawa mainan favorit miliknya. Dan libatkan mainan itu dalam belajar bersamanya.

5.Menulis Perlahan

Anak pengidap autisme akan mengalami kesulitan saat belajar menulis. Lakukan secara sabar dan perlahan, jika anak sudah terlihat bosan maka hentikanlah dan lanjutkan pada esok hari.

6.Mengasah Bakat

Perhatikan perkembangan belajar pada anak. Secara perlahan akan terlihat anak memiliki kecenderungan dalam satu hal yang menarik perhatikannya. Jangan pernah melarang anak pengidap autisme dalam belajar selama tidak membahayakan baginay karena bisa jadi hal ini menjadi bakat yang dapat diasah untuk menunjang masa depannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY