Cara Menghadapi Anak Remaja

Cara Menghadapi Anak Remaja

200
0
SHARE

1

Hidup terus berjalan, tanpa sadar si kecil yang yang dulu selalu berada di pangkuan kini mulai besar dan terkadang sulit untuk dihadapi.

Tidak jarang banyak orang tua yang salah bersikap dalam menghadapi anak yang berada dalam masa remaja, dan hal ini tidak jarang memicu konflik di antara anak dan orang tua atau dapat juga membuat anak salah dalam menentukan jalan hidupnya. Sebagai orang tua tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa tips berikut ini:

1.Perbaiki Sistem Komunikasi

Sebagai orang tua pasti pernah merasakan pula masa-masa remaja, cobalah kembali diingat, saat masih remaja pasti kita tidak semua hal disampaikan pada orang tua dengan berbagai alasan, entah itu kenyamanan atau pun menghindari amarah dari orang tua. Untuk itu cobalah menyelami kembali masa-mas remaja itu sendiri. perbaiki komunikasi dengan cara jadilah teman sebaya anak yang berada dalam masa remaja, hindari emosi, komentar tendesius yang akan memenjarakan mulut anak untuk bercerita. Jika anak sudah bercerita, ambillah jalan terbaik untuk menghadapinya tanpa harus mengedapankan rasa egois dan juga emosi sebagai orang tua.

2.Selalu Mendukung Anak

Memang banyak hal yang kadang tidak baik bagi seorang anak, tapi tidak lantas menjadikan orang tua berhak menghukum seenaknya apalagi memaksakan kehendaknya pada anak. Anak remaja bila semakin ditekan maka ia akan semakin membangkang. Jika menemukan hak yang tidak baik bagi anak sebaiknya sampaikan secara halus, berikan segala kemungkinan dari berbagai macam sudut pandang hingga memberikan jeda pada anak untuk belajar menelaah apakah hal yang akan ia lakukan itu baik atau tidak untuk ia lakukan.

3.Bersikap Terbuka

Tak ada orang yang luput dari kesalahan termasuk orang tua. Apa yang ada di pikiran anak jika orang tua yang selama ini selalu mengaturnya secara arogan ternyata juga memiliki kesalahan dan tidak menerima kenyataan bila diberi tahu tentang kesalahan itu? untuk itu cobalah bersikap terbuka pada anak. Jangan terlalu mudah menghakimi kesalahan yang kerap dilakukan anak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY