Bahaya Suka Menggigit Kuku

Bahaya Suka Menggigit Kuku

196
0
SHARE

1

Sebuah kebiasaan sehari-hari yang sering kita lakukan seperi sering menggigit kuku ternyata merupakan kebiasaan yang sangat amat berbahaya. Mengapa?

Penelitian yang telah di lakukan menyebutkan bahwa sering menggigit kuku dapan menimbulkan kelainan-kelainan dari berbagai fungsi otak seorang individu dalam hal berinteraksi dan berkomunikasi maupun melakukan bersosialisasi dalam masyarakat. Masyarakat akan mengata ngatakan mereka dengan perkataan yang menusuk mereka padahal sebenarnya mereka sedang mengidap sebuah penyakit.

Sebagian kita pasti sangat asing ketika mendengar nama dari sindrom ini, namun jika kalian tahu bahwasannya gejala-gejalan ini kamu akan dengan mudah mengenali dan mengetahui satu per satu sindrom mereka karena sering terlihat di keseharian kita. Berikut ini merupakan sindrom-sindrom tersebut:

1.Autophagia

Jika di antara kalian suka bahkan senang menggigit dan mengunyah kuku, rambut, dan lainnya dari anggota tubuh kalian, maka berhati-hatilah karena mungkin kamu tengah mengidap sindrom Autophagia atau sindrom ini. Sindrom Autophagia merupakan suatu gejala di mana selalu ingin memakan atau mengulum bagian tubuh para pecandu itu sendiri. Jika tingkatnya dalam level yang sudah parah atau berbahaya, maka bisa sampai memutilasi jari nya sendiri. Informasi ini di lansir oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health.

2.Aboulomania

Di katakana media Medigoo, gangguan sindrom aboulomania dapat menyebabkan seseorang mengalami sebuah rasa bersalah atas keragu-raguan dirinya yang ia alami dalam mengambil sebuah keputusan. Aboulomania sering di kaitkan dengan kecemasan, stres, dan depresi. Sindrom jenis ini juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam hal bersosialisasi, dan berkonsentrasi yang memungkinan sebesar melibatkan faktor biologis dan perkembangan seseorang atau individu. Beberapa peneliti telah percaya gaya orangtua yang bersifat otoriter atau overprotektif juga dapat memicu dan menyebabkan seseorang mengalami sindrom aboulomania.

3.Exploding head syndrome

Di lansir dari harian American Sleep Association, sindrom Exploding head syndrome merupakan sebuah peristiwa yang di alamiseseorang di mana seseorang merasa mengalami ledakan di kepala,tetapi tidak memiliki rasa sakit sedikit pun. Hal ini terjadi pada saat sebelum tidur yang sangat amat nyenyak, dan sering juga terjadi setelah keluar dari rasa tidur nyenyak. Sindrom ini juga berkaitan dengan tingkat stress seseorang dan kelelahan yang terjadi pada orangitu . Manusia usia 50 tahun adalah yang paling sering kerap mengidap sindrom jenis ini. Cara mengatasinya bisa menggunakan clomipramine.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY