Madu Solusi Mengatasi Anak Susah Makan

Madu Solusi Mengatasi Anak Susah Makan

348
0
SHARE

1

Makan makanan yang sehat dan bergizi terkadang menjadi hal yang sulit dilakukan oleh anak. Padahal, nutrisi untuk pertumbuhan anak berasal dari makanan yang mereka konsumsi. Anak-anak menjadi kurus karena cenderung memilih makanannya sendiri, dan bahkan anak mengalami sulit makan.

Pemilihan makanan yang kurang tepat dapat mempengaruhi sistem imunitas atau daya tahan tubuh anak dan menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit. Makanan favorit anak terkadang menjadi senjata andalan Bunda agar anak mau makan. Namun terkadang makanan manis dan kurang sehat menjadi makanan favorit yang sering diminta anak. Bagaimana cara mengatasinya?

Anda harus membiasakan anak untuk makan sayur dan buah setiap hari. Apabila si kecil kurang menyukai rasa sayur, anda dapat mencampurkan berbagai sayur ke dalam makanan favorit anak. Misalnya anda mencoba mengkreasikan omelet yang dicampurkan dengan cincangan wortel, brokoli, jamur, serta keju untuk menambah rasa gurih makanan. Warna warni buah dan potongan yang dibentuk unik pun akan menambah rasa penasaran anak untuk memakan buah yang disajikan pengganti cemilan. Madu juga dapat digunakan untuk penambah rasa manis pada makanan dan minuman anak.

Madu merupakan bahan alami yang memiliki banyak manfaat dan telah dibuktikan sejak zaman nenek moyang. Madu dapat menyembuhkan banyak jenis penyakit dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, madu dapat pula dicampurkan pada makanan dan minuman anak, seperti bubur, air putih, dan susu. Madu yang dibentuk menyerupai permen dapat pula diberikan sebagai camilan pengganti permen untuk anak. Madu tidak akan memberikan efek samping meskipun dikonsumsi secara rutin karena madu merupakan bahan yang alami. Selain itu, penelitian telah membuktikan bahwa madu mampu meningkatkan nafsu makan pada anak.

Madu akan membantu kerja otak untuk memproduksi hormon ghrelin dan leptin yang berperan dalam mengatur nafsu makan. Hormon ghlerin diproduksi untuk menimbulkan rasa lapar pada perut. Namun, hormon tersebut akan meningkat sebelum makan dan menurun setelah makan. Hormon leptin berperan dalam mengatur nafsu makan, penyerapan sari makanan, dan optimalisasi energi. Kandungan fruktosa pada madu akan mempengaruhi berat badan dan penyerapan nutrisi. Madu dapat digunakan sebagai peningkat nafsu makan dan berat badan anak. Madu juga disarankan sebagai suplemen diet bagi anak yang mengalami obesitas (berat badan yang berlebih).

Nafsu makan anak akan lebih teratur sehingga berat badannya akan ideal. Fruktosa dan sukrosa pada madu dapat menimbulkan kenaikan oksidasi karbohidrat dan penggunaan energi yang lebih besar, sehingga fruktosa mampu meningkatkan atau menurunkan berat badan tergantung penggunaannya.

Untuk meningkatkan nafsu makan pada anak, madu dapat diberikan dengan merebus larutan madu yang dicampurkan dengan bubuk kayu manis pada pagi hari, yaitu 30 menit sebelum sarapan serta saat malam hari sebelum tidur. Konsumsi madu seperti ini juga dapat mengurangi berat badan pada anak yang mengalami obesitas. Kebiasaan mengkonsumsi madu tidak akan memberikan dampak kegemukan karena madu berperan sebagai sumber energi bagi anak yang sedang menjalani diet tinggi kalori.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY