1

Virus Zika merupakan jenis virus yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk ini biasanya menggigit manusia pada siang hari, namun bisa juga pada malam hari. Nyamuk akan mulai terinfeksi setelah menggigit manusia yang terkena virus Zika.

Selain melalui nyamuk, virus Zika dapat ditularkan dari ibu ke janin selama masa kehamilan. Namun, hingga saat ini belum dilaporkan ada kasus di mana terjadi transmisi virus Zika dari ASI. Selain itu, baru-baru ini virus Zika disebutkan dapat ditularkan melalui transfusi darah dan kontak seksual.

Untuk saat ini, belum ditemukan vaksin untuk virus Zika sehingga cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencegah gigitan nyamuk. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda terapkan untuk mencegah virus Zika:
Saat Anda bepergian ke negara endemis virus Zika, Anda disarankan untuk:

Menggunakan baju berlengan panjang dan celana panjang.

Menginap di daerah yang memiliki jendela tertutup serta pendingin ruangan.

Gunakan losion antinyamuk.

Apabilla Anda tinggal di daerah endemis virus Zika, hal-hal yang bisa Anda lakukan adalah mencegah pertumbuhan nyamuk dengan meminimalkan genangan air di rumah, menyimpan barang-barang yang tidak perlu, jangan banyak menggantung baju, hingga menggunakan kelambu saat tidur.

Virus Zika bisa bertahan di dalam darah selama satu minggu setelah terinfeksi. Karena itu, apabila Anda terinfeksi virus Zika, sangatlah penting untuk melakukan penanganan sesegera mungkin agar tidak menyebarkan virus ini kepada orang lain.

Pada wanita hamil, saat ini Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melarang ibu hamil pada trimester apa pun untuk mengunjungi daerah endemis virus Zika. Pada wanita yang ingin hamil pun dianjurkan untuk melakukan konsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengunjungi daerah-daerah endemis virus Zika.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY