Sekarang Ini Persaingan Dalam 4G LTE Akan Semakin Sangat Sengit

Sekarang Ini Persaingan Dalam 4G LTE Akan Semakin Sangat Sengit

390
0
SHARE

1

Sistem layanan berbasis 4G LTE pada frekuensi 1.800 MHz pada sekarang ini telahlah dinikmati oleh masyarakat-masyarakat di seluruh penjuru negeri ini. Seluruh operator ini jugalah sedang berlomba-lomba dalam memenangkan para hati masyarakat guna menggunakan layanan dari mereka dengan berbagai macam keunggulannya. Tentu saja hal yang satu ini telah menjadikan para persaingan pada layanan 4G LTE ini akanlah semakin sengit.

“Persaingan ini memanglah sangatlah cukup sengit, dan juga terdapat beberapa macam-macam persaingan, cakupan dalam wilayah ataupun coverage dan juga adopsi pada teknologi baru,” ucap seorang pengamat dalam dunia telekomunikasi dari Negara Indonesia ICT Insitute, yakni Heru Sutadi .

Menurut Heru Sutadi, dari sisi wilayahnya, ia mengatakan bahwasannya operator dengan menggunakan Capital Expenditure (Capex) sangatlah besar akan jauh lebih agresif guna melakukan strategi ini. Sementara, untuk dapat adopsi teknologi dari semua operator dapat mengadopsi teknologi berbasis 4G LTE yang sangatlah mutakhir.
“Apabila kaitannya dengan wilayah, maka persaingan memanglah sangat ketat, namun operator dengan jangkauan yang jauh lebih besar yang juga agak lebih ekspansif yakni Telkomsel. Seperti untuk dapat adopsi dari teknologi yang satu ini dapat digunakan siapa saja, sebab pada di 2015 ini malah Bolt dan juga Smartfren yang telah mengadopsi teknologi berbasis 4G ini,” ucap Heru Sutadi.

Pada sistem persaingan teknologi berbasis 4G LTE ini, ia pun telah mengira-ngirakan bahwasannya operator Tri yang mana notabene telah memiliki sumber daya yang kecil haruslah dapat berani dalam mengejar sistem ketertinggalan dari para orang kompetitornya. Walaupun trafik dalam data mereka telah diklaim berada pada urutan nomor dua setelah operator Telkomsel.

“Kelihatannya vendor Tri memanglah agak dapat dikatakan terlambat dalam hal ini. Ya, sebab mereka tidaklah memiliki 900 MHz dan juga 1800 Mhz yang barulah mereka selesai. Jadi masyarakan mengharapkan bahwa operator Tri dapat segera mengejar akan ketertinggalannya tersebut, jelas Heru Sutadi. Dari hal ini telah dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa persaingan teknologi berbasis 4G LTE telah sangat ketat dinegeri ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY