1

Proses penataan mengenai frekuensi dan juga pada penerapan teknologi berbasis 4G LTE di tanah ar telah usai diselesaikan. Setelah ini, akankah ada sebuah terobosan teknologi baru lagi yang akan digarap oleh para operator-operator dan juga pihak Kemenkominfo?

Apabila kita melirik ke Negara Jepang ataupun Negara Korea Selatan, setelah penerapan teknologi berbasis 4G LTE maka masih adakah sebuah teknologi yang berbasis 5G yang akan menjanjikan sebuah kecepatan dalam mengakses internet yang berkali –kali lipat lebih tinggi.

Akan tetapi, di Indonesia nampaknya belumlah ada mengarah sampai ke sana. Baik dari pemerintah maupun dari operator yang bergerak dibidang telekomunikasi untuk sementara ini akan lebih berfokus pada perluasan dalam jangkauan dan juga mengoptimalisasi jaringan teknologi 4G LTE ini.

Rudiantara selaku bapak Menkominfo telah mengatakan bahwasannya kementerian yang ia pimpin hanyalah akan lebih berfokus pada dua hal saja yakni hingga empat tahun yang akan datang.

“Sampai tahun 2019 yang akan datang, Kemenkominfo hanya berfokus pada dua hal saja, yakni efisiensi dan juga broadband. Apabila mengenai network kita akan dalami broadband,” sebut pria yang juga sering dipanggil Chief RA itu.

“Kita juga akan memberikan ruang kepada pihak operator untuk dapat membahas mengenai business model (4G LTE). Sebab tanpa adanya hal itu, kita semua tidaklah mungkin dapat masuk ke teknologi 4G LTE. Di Negara Jepang itu telah masuk teknologi 5G dikarenakan telah ada Olimpiade. Kita janganlah bereuforia pada teknologi tetapi tidak ada manfaatnya,” jelasnya.

Apabila ditanya soal broadband, Rudiantara mengatakan pada saat ini sedang akan ada sebuah persiapan untuk dapat membuka tender mengenai sumber daya yang tersisa di frekuensi 2.100 MHz. Lalu ada juga sebuah proses penyelesaian Palapa Ring yang juga akan menjadi sebuah backbone dalam mengakses internet di seluruh Indonesia.

Seusai menyelenggarakan teknologi 4G LTE komersil ini, masih terbentang sebuah pekerjaan rumah untuk pihak operator. Diantaranya ialah dalam mengubah dirinnya dari sebuah perusahaan telekomunikasi konvensional yang akan menjadi perusahaan berbasis digital.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY