Cara Mendeteksi Gejala Stroke Dengan Hanya Membutuhkan Waktu Selama 10 Menit

Cara Mendeteksi Gejala Stroke Dengan Hanya Membutuhkan Waktu Selama 10 Menit

398
0
SHARE

1

Stroke pada saat sekarang ini telah banyak menyerang orang dan bahkan satu diantara 80.000 orang telah meninggal akan hal ini. Kebanyakan kasus stroke ini terjadi, hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam untuk dapat mendiagnosis satu masalah stroke ini. Pada saat sekarang ini para ilmuwan dalam dunia kesehatan telah dapat menemukan semacam cara untuk bisa mendeteksi gejala stroke hanya dalam kurun waktu hitungan menit.

Roy Cohen, yaitu salah satu dari ilmuwan yang melakukan penelitian ini mengatakan bahwasannya terdapat tiga perempat dari para penderita stroke akan mengalami stroke iskemi. Hal ini merupakan istilah yang dapat menunjukkan suatu kondisi pada saat penyumbatan pembuluh darah di dalam otak. Dalam kasus ini, waktu merupakan hal yang sangatlah penting, sebab untuk dapat menyelamatkan seseorang dari kasus ini obat yang harus diberikan dalam waktu tiga hingga empat jam setelah pada munculnya gejala tersebut. Pada saat seseorang telah mengalami gejala-gejala semacam stroke, lalu kemudian langsung akan dilarikan ke rumah sakit, ataupun menunggu di ruangan unit gawat darurat yang mana akan dapat memakan waktu untuk hanya bisa mendapatkan obat pada saat yang sangat tepat.

Dokter biasanya hanya melihat tanda- tanda seperti kelumpuhan pada tubuh, pemeriksaan fisik lainnya untuk dapat mendiagnosis seseorang apakah ia mengalami gejala stroke atau tidak. Sebuah studi penelitian terbaru yang dilakukan oleh Cornell Universitys Baker Institute telah menciptakan sebuahh bukti dari teknik yang sangat sederhana dan dapat memudahkan para dokter untuk bisa mendeteksi biomarker stroke di samping tempat tidur mereka.

Penelitian ini dengan cara melekatkan enzim pada nanopartikel lalu kemudian akan mengirimkannya pada aliran darah kita.. Tujuannya ialah untuk dapat menemukan neuron-specific enolase (NSE). Pada saat mereka melakukannya, enzim ini akan segera menyala dan juga akan memberitahukan letak dan juga jumlah dari NSE.

Para peneliti ini juga berharap nanti mereka dapat menggunakan teknik ini untuk uji klinis. Yang pada akhirnya akan bisa membantu dalam mendeteksi kondisi otak pada saat di luar stroke, termasuk juga gegar otak, kanker dan juga penyakit jantung.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY