Penjualan Smartphone Ternyata Sangat Berpengaruh Pada Pertumbuhan Ekonomi Negara

Penjualan Smartphone Ternyata Sangat Berpengaruh Pada Pertumbuhan Ekonomi Negara

650
0
SHARE

Smartphone pada saat in kini telah menjadi semacam bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat negeri Indonesia yang kita cinta. Bukan hanya sekadar untuk penggunaan semata, akan tetapi sebagai alat untuk produksi dan juga enabler pada tingkat pertumbuhan ekonomi di berbagai macam sektor.
Hal ini pula juga selaras dengan hasil semacam kajian yang telah dilakukan oleh sebuah Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan juga Masyarakat Fakultas Ekonomi UI yang bergandengan dengan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) yang membahas dampak pada pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bagi smartphone.

“Smartphone ialah salah satu alat produksi yang akan memungkinkan masyarakat kita meningkatkan kualitas hidupnya, memberikan semacam akses jauh lebih mudah untuk informasi dan juga peluang-peluang dalam dunia bisnis,” ujat Kristiono selaku Ketua Umum Mastel.

Apabila dilirik dari sudut kontribusi smartphone ini terhadap pengaruh perekonomian makro negara, hasil dari kajian ini telah menyimpulkan bahwasannya pada setiap pengguna smartphone bisa memberikan nilai yang positif atau nilai tambah ekonomi yakni sebesar Rp 1.728.000.

Kemudian, masalah kenaikan jumlah pada pengguna telepon selular yaitu sebesar 1 persen mampu meningkatkan PDB menembus angka 0,055 persen. Dapat disimpulkan apabila semua para pengguna telpon selular akan memberi semacam kontribusi terhadap PDB yaitu sebesar 5,5 persen.

Untuk itulah, kajian pada pengenaan PPnBM pada smartphone ini yang sempat diajukan oleh pemerintah yang baru, yang mana dinilai sangat berpotensi akan menimbulkan sebuah dampak terhadap penurunan mengenai Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yaitu mencapai 0,25 persen dan juga dapat menimbulkan orang pengangguran baru, dan dapat menurunkan terhadap potensi penerimaan pajak gabungan.

Menkominfo , Bapak Rudiantara, telah mengatakan bahwasannya dirinya telah berbicara dengan sebuah Badan Kebijakan Fiskal mengenai hal ini . Ia masih membahas hal ini dengan pihak Menteri Keuangan (Menkeu) , yaitu bapak Bambang Brodjonegoro mengenai batas harga ponsel yang mewah akan terkena PPnBM.
Semoga ini sangatlah bermanfaat bagi kalian dan menambah wawasan kalian dalam rangka teknologi dan lain-lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY