Kebanyakan Tidur Ternyata Tidaklah Baik Bagi Tubuh!

Kebanyakan Tidur Ternyata Tidaklah Baik Bagi Tubuh!

442
0
SHARE

1

Banyak sekali para ahli yang telah mengatakan bahwasannya tidur dengan waktu yang cukup bisa membantu kalian menambah energy yang telah ilang. Akan tetapi tidur secara berlebihanpun ternyata memiliki dampak yang tidak baik bagi tubuh. Dilansir dari Huffingtonpost, berikut ini adalah dampak dari tidur yang berlebihan:

1. Dapat merusak otak

Sebuah studi penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2012 yang telah menemukan bahwasannya di antara usia para lansia, tidur yang terlalu banyak atau juga tidur yang terlalu sedikit ternyata bisa dapat berefek pada kondisi otak selama kurun waktu enam tahun.

Para kaum hawa yang tidur lebih melebihi sembilan jam pada setiap malamnya (atau tidur kurang dari lima jam pada setiap malam) telah bisa menunjukkan perubahan pada sistem otak mereka yang juga disetarakan denganmasa penuaan selama kurang lebih dua tahun.

2. Dapat meningkatkan risiko terhadap diabetes

Dalam sebuah studi penelitain yang telah dilakukan di Quebec, para peneliti ini telah menemukan bahwasannya orang – orang yang tidur dalam lebih dari waktu delapan jam pada setiap malam memiliki dua kali lipat terkena penyakit diabetes. Hal lain yang juga dapat terjadi ialah gangguan terhadap keseimbangan glukosa yang selama kurun waktu enam tahun.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Dalam sebuah studi penelitian yang telah dipresentasikan pada tahun 2012 lalu didalam pertemuan American College of Cardiology, menyatakan bahwasannya apabila seseorang tidur dalam kurun waktu delapan jam atau bahkan lebih pada setiap malam sering dikaitkan dengan terkenanya risiko pada gangguan kesehatan organ jantung kalian.
Hal ini telah dapat disimpulkan dari data yang mana diperoleh melalui sebuah analisis yang dilakukan pada kurang lebih 3.000 orang.

4. Memicu risiko depresi

Dalam sebuah studi penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2014 yang lalu, peneliti telah menemukan bahwasannya durasi tidur yang dalam kurun waktu yang lama ternyata dapat meningkatkan risiko terhadap depresi.
Orang yang menjadi objek penelitian yang mana tidur antara tujuh hingga sembilan jam pada semalamnya ternyata berpotensi 27% (persen) mengalami depresi yang tinggi. Sedangkan sebagian orang yang mana tidur dalam waktu sembilan jam semalamnya atau memiliki potensi sebesar 49% terkena risiko depresi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY