1

Badan Pemerintah Indonesia melalui Bapak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), akhirnya telah mengambil tindakan yaitu memblokir dalam kurun waktu sementara situs yang di katakan sebagai situs narkoba digital. Kepala Humas(Hubungan Masyarakat) Kemkominfo, Bapak Ismail Cawidu, menyatakan bahwa telah menutup sementara domain Aplikasi I-doser, di karenakan telah menimbulkan keresahan.

Di katakana juga bahwa Kemkominfo telah meminta kepada pihak pengelola Internet Service Provider (ISP) agar memblacklist empat nama admin domain tersebut agar sulit dan tidak dapat diakses dengan mudah oleh publik, kata Bapak Ismail Cawidu hari Rabu (14/10).

Keempat domain yang di blokir tersebut merupaka situs idoseraudio.com, i-doser.com, istoner.com serta satu lagi yaitu idosersofware.com . Pak Ismail juga mengatakan bahwa, masalah ini akan dibawa pada rapat anggota panel yang di bentuk oleh Kemkominfo hari Jumat (16/10).

Di sebutkan pula bahwa Pemblokiran ini masih dalam sifat sementara dan selanjutnya akan di adakan rapat anggota Panel terkait hal ini yang akan dilakukan pada hari jum’at dan akan segera mengambil keputusan apakah domain ini akan diblokir permanen atau boleh di akses kembali.

Sebagaimana yang telah tersiar kabar bahwasannya aplikasi I-Doser yang telah dianggap sebagai media narkoba digital. Aplikasi ini juga diduga juga menawarkan pelayanan mengenai stimulasi otak alhasil orang yang mendengarkan suara gelombang tersebut akan berimbas efek seperti pecandu narkotika. Beberapa pihak petinggi negeri pun telah melakukan penelititan dan di sebutkan pula bahwa aplikasi ini termasuk kategori narkoba jenis baru atau bukan jenis narkoba. Namun, berdasarkan pihak petinggi BNN(Badan Narkotika Nasional), Aplikasi I-Doser bukanlah jenis termasuk jenis narkoba.

Sebelumhal itu juga, Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika atau (Menkominfo), Pak Rudiantara menyatakan bahwa pihaknya sudah membuat tim panel yang di maksud untuk berguna sebagai menindaklajuti aplikasi I-Doser itu sendiri. Sebenarnya I-Doser bukan lah narkoba hanya saja ia mampu menghipnotis dan mensugesti para pengguna layanan untuk terus selalu menikmatinya layaknya pecandu narkoba.

Sebenarnya I-Doser bukan lah physical atau narkoba itu . Akan tetapi teori hipsotis ini sedang di tindak lanjuti dan akan segera di beritahukan apa bahaya nya atau sama sekali tidak memiliki bahaya ujar Pak Rudiantara

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY