Film Indonesia Kontroversial

Film Indonesia Kontroversial

1364
0
SHARE

1

Dunia perfilman tanah air telah mengalami kebangkitannya, telah banyak film karya anak bangsa yang tembus kancah internasional. Hal ini lepas dari kerja sama dari segala pihak. Namun, tidak lantas dunia film Indonesia ini luput dari kritikan para pengamat film bahkan juga dari masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa banyak yang menginginkan dunia film Indonesia semakin maju dan memberikan tayangan yang sesuai dengan jati diri bangsa. Beberapa film Indonesia yang menjadi kontroversi di Indonesia adalah:

1.Lastri

Film yang masih dalam garapan ini telah mendapatkan banyak kritik dari berbagai pihak. Bebrapa tempat yang akan digunakan untuk pengambilan gambar dibatalkan izinnya secar sepihak. Bukan hanya itu, bahkan beberapa ancaman untuk melakuka n kontak fisik bila syuting tetap berlanjut pun diterima. Akhirnya dengan segala pertimbangan yang ada, film yang bercerita tentang kisah cinta seorang perempuan yang aktif dalam Gerwani ini pun dihentikan. Film ini dibawah arahan Eros Djarot dan diproduseri oleh Marcella Zalianti.

2.?

Film dengan judul Tanda Tanya milik Hanung Bramantyo ini memdapatkan banyak kritikan tajam dari umat Islam. Film ini dianggap melecehkan karena banyak cerita yang dinilai menyudutkan ajaran Islam. Pada tahun 2011 akhirnya MUI pun menyatakan sikap kebaratan pada film ini karena dianggap menyebarkan paham pluralisme yang dilarang dalam ajaran Islam.

3.Buruan Cium Gue

Film yangberlatar belakang kisah cinta remaja ini mendapatkan kritik keras dari Ustaz terkenal yaitu AA Gym, film ini dikhawatirkan merusak akhlak para remaja. Dari judulnya pun film ini dinyatakan tidak sesuai karena mengajarkan para remaja untuk mendekati perbuatan zina.

4.Cinta Tapi Beda

Kisah cinta yang dilatari oleh perbedaan agama ini sempat meruncing karena menimbulkan keberatan dari tiga kelompok dari suku Minang. Film ini dianggap telah melecehkan nilai Islam yang selama ini mayoritas dianut oleh suku Minang. Karena kisah tokoh wanita dalam film ini berasal dari Minang dan memiliki keyakinan yang berbeda dengan keadaan masyarakat Minang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY