1

Keterbatasan yang dimiliki seharusnya tidak membuat semangat seseorang runtuh untuk mengejar cita-cita. Banyak sekali kisah yang menunjukkan pada kita bahwa cita-cita dapat dicapai dengan usaha dan keras dan tentu saja fokus. Satu di antaranya adalah kisah Henry seorang kuli panggil yang bisa mendapatkan penghasilan satu bulannya mencapai USD 1.0000 atau setara dengan Rp14 juta dari Google.

Sehari-harinya pria ini bekerja sebagai kuli panggul di Kota Kendari, Makassar. Dia berhasil mendapatkan penghasilan luar biasa setelah bekerja keras membuat sebuah aplikasi yang ia bagikan di Play Store milik Android. Dia menunggu selama sebulan dan mendapatkan penghasilan pertama sebesar USD 1.000.

Buat teman-temannya dia yakin bahwa nilai USD 1.000 untuk penghasilan satu bulan itu sangat lumrah namun baginya itu adalah jumlah uang yang sangat besar. Sebab seumur-umur dia belum pernah mendapatkan sebanyak itu dari pekerjaan yang dia jalani sebelumnya yaitu menjajakan buku hingga sekarang menjadi buru panggul di sebuah pelabuhan di Makassar.

Dulu dia pikir nilai tersebut adalah sebuah kemustahilan. Tetapi dengan pengorbanan, kerja keras, fokus, dan terus bersabar ia dapat melalui banyak sekali rintangan. Mulai dari bagaimana caranya membagi waktu, finansial yang kurang dan dropnya kepercayaan diri yang dia miliki. Sebab dia siang hari menjadi kuli panggul di pelabuhan. Buat orang lain yang finansialnya cukup dan punya latar belakang pendidikan yang memadai tidak akan sulit jalan yang harus dilewati seperti Henry. Dia masih ingat bagaimana awalnya selama 10 bulan sebelumnya dia belajar membuat aplikasi atau game untuk pengguna Android. Sebuah laptop jadul yang berkapasitas RAM 1 GB yang dia miliki. Dari saran teman-temannya dia mengganti laptop tersebut dengan kapasitas RAM 2 GB yang hingga sekarang masih dia gunakan.

Agar bisa memiliki akun Google Developer saja dia harus menyisihkan penghasilannya dari buruh panggul selama beberapa hari. Dia sempat putus asa mengerjakannya. Sering dalam kepalanya muncul pertanyaan apakah dia bisa. Banyak sekali keraguan yang kemudian dia tepis dengan kerja keras yang terus dilakukannya.

Sejak pagi hingga sore dia memikul dan sepulang kerja dia masih menyisihkan waktu untuk duduk di depan laptopnya selama beberapa jam agar bisa terus belajar. Kadang dia merasa heran jika ada orang yang sudah punya bekal finansial yang cukup dan punya modal pendidikan yang tinggi namun maish suka mengeluh dan putus asa mengejar tujuan yang ingin dicapainya. Apakah orang seperti itu harus menjalani kehidupan seperti Henry dulu baru bisa sukses? Tapi Henry yakin itu semua tidak perlu, yang paling penting adalah mengembangkan apa yang menjadi potensi di dalam diri kita. Modal yang paling penting adalah semangat untuk bekerja keras, sabar dan juga fokus.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY