Dibalik Gratisnya Windows 10, Begini Cara Microsoft Raup Keuntungan

Dibalik Gratisnya Windows 10, Begini Cara Microsoft Raup Keuntungan

735
0
SHARE

1

Setelah beberapa pecan dirilis secara resmi ternyata Windows 10 masih menjadi perbincangan yang sangat hangat dikalangan pengguna. Mulai dari kelebihan hingga kekurangan dari Windows terbaru Microsoft itu satu persatu mulai terungkap termasuk bagaimana cara Microsoft mendapatkan keuntungan dibalik gratisnya Windows 10 selama setahun bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade dari Windows 7 atau Windows 8 ke Windows 10. Windows 10 ruapanya tidak benar-benar gratis dengan segala kecanggihan yang dimilikinya.

Sebelum merilis Windows 10 final, Micrsoft terlihat sangat berbaik hati dengan rajin menggratiskan beberapa layanan mereka, termasuk proses upgrade ke Windows 10. Namun hal tersebut mendapat banyak respon dari pengguna, muncul sebuah pertanyaan kenapa Microsoft berani menggratiskan layanan mereka? Jika semuanya gratis, lantas bagaimana mereka mendapatkan keuntungan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tampaknya sudah dijawab langsung oleh Microsoft melalui beberapa kondisi yang dialami pengguna ketika sudah cukup lama menggunakan Windows 10.

Cara yang sama seperti yang dilakukan oleh para developer game dan aplikasi Android, Microsoft juga menerapkan sistem IAP atau In-app Purchase pada beberapa aplikasi dan game yang ada di Windows Store. Tidak hanya itu, Microsoft juga memberikan iklan pada beberapa game seperti Solitaire. Jika pengguna ingin iklan tersebut tidak terlihat, maka mereka harus membayarkan sejumlah uang pada Microsoft.

Untuk bisa menghilangkan banner iklan pada game Solitaire, pengguna diminta untuk mebayar sekitar 134.000 rupiah per tahun. Selain iklan di game Solitaire, Microsoft juga dikabarkan telah menghapus aplikasi bawaan seperti Windows Media Player dan menggantikannya dengan aplikasi baru bernama Windows DVD Player. Saat ini aplikasi tersebut memang masih digratiskan oleh Microsoft, namun ada rumor yang menyebutkan bahwa Microsoft juga akan memungut bayaran untuk aplikasi tersebut. Tapi sampai saat ini belum diketahui kapan Microsoft akan melakukannya.

Jika aplikasi DVD Player sudah tidak gratis lagi maka ada kemungkinan pengguna akan diminta untuk membayar penggunaanya sekitar 200 ribu rupiah. Ini tentu saja kembali mendapat komentar dari pengguna yang merasa itu harga yang terlalu tinggi mengingat saat ini banyak aplikasi serupa yang diluncurkan secara gratis. Tapi walaupun begitu tidak dipungkiri bahwa Microsoft tidak mungkin menggratiskan semua layanan mereka, dengan hadirnya Windows 10, maka mereka telah menjalankan sebuah sistem baru yang mereka sebut dengan Windows is a service.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY