5

Semakin canggih teknologi, semakin cerdik juga para peretas untuk menemukan celah aga bisa mengusik ketenangan para pengguna. Seperti yang dialami oleh beberapa pengguna perangkat Android baru-baru ini. Dulu sempat heboh SMS yang dapat membuat handphone penerimanya mati secara tiba-tiba, beberapa waktu lalu beberapa perangkat Android juga sempat dikabarkan bisa restart sendiri ketika pengguna mengetikkan sebuah kode di aplikasi kalkulator, atau menerima SMS yang berisi karakter tersebut. Akhir-akhir ini kejadian serupa juga kembali menghantui para pengguna Android.

Sistem operasi populer Android dikabarkan memiliki sebuah celah keamanan (bug). Celah tersebut dilaporkan bisa membuat perangkat yang digunakan oleh pengguna dihack untuk dicuri data-datanya hanya dengan mengetahui nomor ponsel pengguna dan kemudian mengiirminya sebuah pesan multimedia (MMS). Meski kita bukan dari kalangan yang begitu menguntungkan bagi para hacker jahat tersebut, ada baiknya kita mengetahui hal ini dan mulai berhati-hati.

Sebuah layanan peneliti kemanan perangkat mobile bernama Zimperium zLabs mengabarkan kalau mereka telah menemukan sebuah kelemahan besar yang dimiliki oleh sistem operasi Android. Kelemahan tersebut adalah sebuah bug bernama “Stagefright”, sebuah komponen di dalam OS besutan Google itu yang menggunakan Bahasa pemograman C++, sehingga komponen tersebut menjadi sangat mudah untuk mengalami gangguan memori jika dibandingkan Java dan juga rawan terhadap serangan.

ZLabs sendiri kabarnya sudah melaporkan temuannya itu kepada pihak Google sejak bulan April lalu dan mereka juga telah memberikan solusi atas masalah tersebut. Menanggapi laporan tersebut Google langsung mengambil langkah cepat dan mencoba untuk segera mengatasinya. Namun sayangnya Zlabs juga mengatakan kalau masalah tersebut tidak biasa diatasi dengan mudah. Itu artinya Google harus berupaya keras untuk menyelesaikannya.

Berbeda dengan modus hacker sebelum-sebelumnya yang memanfaatkan kelengahan pengguna, Stagefright mampu membantu hacker melakukan pencurian data dengan sangat mudah bahkan tanpa diketahui oleh para pengguna yang sudah dibidik untuk dijadikan sebagai korban. Hacker jahat yang berada dibalik bug tersebut dapat mencuri data pengguna yang diinginkannya sebelum sang korban menyadarinya karena mereka akan merasa bahwa mereka tidak melakukan apa-apa.

Dengan memanfaatkan kelemahan Stagefright, sang hacker hanya perlu mengetahui nomor ponsel korbannya untuk kemudian dikirimi sebuah pesan multimedia yang sudah dibekali dengan malware khusus yang nantinya adapat digunakan untuk mencuri berbagai data pengguna yang ada di perangkat yang sudah terinfeksi walware tadi. Untuk para pengguna Android, waspadalah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY