whatsapp-iphone-6-hero

Seperti yang sudah banyak diberitakan, Apple saat ini telah memiliki perangkat terbaru, yaitu iPhone 6 yang juga tersedia dalam beberapa varian. Banyak orang yang ingin sekali memiliki perangkat canggih dari Apple itu, dan banyak pula yang mencoba meraup keuntungan besar dengan memanfaatkan hal tersebut. Salah satunya adalah sebuah pesan berantai yang beberapa waktu belakangan sedang marak di sebuah aplikasi sosial bernama WhatsApp.

Dilaporkan beberapa hari ini telah beredar sebuah pesan berantai yang dikirim melalui WhatsApp. Pesan tersebut berisi kata-kata menyatakan bahwa ada 1.000 unit iPhone 6 gratis yang dibagikan oleh Apple sebagai bentuk perayaan pembukaan took mereka yang ke 1.000. pesan tersebut ditulis dan disebar dalam Bahasa Inggris. Jika diterjemahkan, maksud pesan tersebut adalah Apple akan memberikan 1.000 unit iPhone 6 secara gratis dalam pembukaan Apple toko baru mereka.

Penerima pesan diminta untuk mengklik tautan berita yang ada dalam pesan tersebut. Tapi tentu saja pengguna tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan iPhone 6 seperti yang dijanjikan. Justru pengguna bisa saja tertipu dan diminta untuk mengisi sebuah survei yang entah apa hasilnya. Jika pengguna mengklik tautan tersebut melalui komputer, pengguna hanya akan dibawa ke situs Google Rumania. Tautan tersebut hanya akan membawa pengguna ke situs tipuan yang ada di perangkat smartphone.

Setelah sampai pada halaman yang dimaksud oleh pelaku, untuk pengguna akan ada sebuah video singkat yang memunculkan antrean di toko yang diperkirakan adalah Apple Store, untuk membuat para korban percaya bahwa tautan terserbut benar-benar buatan Apple. Setelah itu, korban akan diberikan sekitar tiga pertanyaan yang sangat mudah. Dengan hanya menjawab ketiga pertanyaan mudah itu, pengguna yang mengakses situs itu dikatakan akan mendapatkan perangkat iPhone 6 gratis.

Seperti pada modus penipuan lainnya, pengguna juga akan diminta untuk membagikan link tersebut kepada 10 orang pengguna lain. Pengguna yang yang mengklik tersebut juga akan mengalami hal yang sama hingga sampai ke tahap pengsian survei. Namun sekali lagi, pengguna tidak akan benar-benar mendaptkan perangkat yang dijanjikan, hanya akan diminta mengirim pesan ke 10 orang lain, dan begitu seterusnya.

Akibat yang ditimbulkan oleh tipuan tersebut memang tidak berakibat fatal, namun dengan adanya temuan itu membuat kita berfikir bahwa saat ini aplikasi semacam messenger seperti WhatsApp bisa digunakan sebagai sarana penipuan yang cukup meresahkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY