kitkat-grand-2

Setelah Apple, rupanya masih ada beberapa perusahaan ternama lainnya yang juga sedang tersandung masalah baru-baru ini. Berbeda dengan Apple, dua vendor smartphone papan atas berikut ini mengalami masalah yang cukup serius. Bagi para pengguna Android, sudah pasti terbiasa dengan aplikasi bawaan yang begitu banyak di smartphone mereka, untuk mengatasinya pengguna bisa menghapus atau membekukannya dengan bantuan sebuah aplikasi. Namun apa jadinya jika semua aplikasi bawaan tersebut tidak bisa dihapus dan dibekukan?

Mendapati aplikasi bawaan (bloatware) pada perangkat smartphone yang kita gunakan mungkin sudah biasa. Namun bagi sebagian orang, penyisipan bloatware yang berlebihan justru sangat mengganggu, karena selain membuat perangkat jadi boros, aplikasi-aplikasi bawaan tersebut membuat ruang penyimpanan telepon jadi terbuang sia-sia. Alhasil pengguna lebih memilih untuk meng-uninstal aplikasi tersebut atau membekukannya dengan bantuan aplikasi lain dan juga perangkat yang sudah bersatus rooted.

Tapi untuk beberapa perangkat, menghapus aplikasi bawaan justru dilarang, apalagi melakukan root bisa menyebabkan garansi perangkat ersebut hangus. Meskipun begitu, tampaknya banyak pengguna smartphone besutan Oppo dan Samsung yang akan melakukan salah satu cara tersebut. Sebab, dari informasi yang beredar, Samsung dan dan Oppo menyematkan begitu banyak bloatware pada salah satu seri perangkat smartphone yang mereka keluarkan.

Perangkat Samsung Galaxy Note 3 dengan nomor seri SM-n9008S dan Oppo Find 7 dengan seri X9007 disebut-sebut sebagai dua perangkat dengan bloatware terbanyak. Parahnya lagi, pengguna tidak bisa menghapus aplikasi-aplikasi kurang penting tersebut dari perangkat mereka. Hal tersebut kemudian membuat sebuah komisi di Shanghai betindak menanggapi gugatan yang diajukan oleh para pengguna yang merasa terganggu dengan hal tersebut.

Samsung Galaxy Note 3 dikabarkan memiliki sekitar 40 lebih aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus, sedangkan perangkat Oppo Find 7 memiliki sekitar 70 lebih bloatware yang tidak diberikan pilihan untuk dihapus oleh pengguna dari perangkat mereka. Selain menguras daya dan kapasitas penyimpanan, untuk beberapa kasus terntentu, beberapa aplikasi bawaan tersebut dilaporkan dapat mencuri data penggunanya, namun belum jelas aplikasi yang mana yang bisa melakukan hal tersebut.

Saat ini kedua vendor ternama tersebut tenagh diminta untuk mencarikan solusi atas masalah yang dialami oleh para penggunanya itu. Jika hal tersebut ditanggapi oleh Samsung dan Oppo, maka pengguna akan segera bisa bernafas lega.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY