1

Sistem operasi yang tersedia dibanyak laptop di dunia ini memang berbasis Windows. Satu hal yang sangat penting dari sistem operasi ini adalah update sistemnya. Tetapi yang terjadi pada laptop Samsung malah fitur penting tersebut tidak berfungsi. Jika memang kejadiannya seperti ini apa yang bakalan terjadi? Tentunya sistem keamanan yang akan terganggu. Bisa-bisa laptop tersebut mudah terkena virus atau dihack oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mengingat Windows update memiliki peran untuk memasang sistem operasi Windows yang sudah diperbaharui, termasuk di dalamnya adalah driver hingga patch ‘anti virus’ atau security updatenya.

Penyebab matinya Windows Update sendiri bukan karena virus atau semacamnya melainkan karena software yang ada di laptop Samsung itu sendiri. Software tersebut bernama ‘SW Update’. Software ini memang ada di laptop Samsung atau bisa diunduh oleh setiap laptop keluaran Samsung. Jadi apakah software ini malah ‘mengacau’? Sebenarnya sih tugas SW Update ini sangat ‘mulia’. Yaitu digunakan untuk membantu pengguna memasang pembaharuan piranti lunak dan driver dari Samsung sendiri. Namun di dalam SW Updatenya ternyata ada program yang membuat fitur Windows Update mati.

Software semacam SW Update sebenarnya dimiliki oleh vendor laptop yang lain tetapi hanya SW Update milik Samsung yang mematikan Windows Update. Samsung sendiri sebenarnya menyediakan software tersebut untuk mengamankan produk mereka dari munculnya masalah ketika ada pembaharuan. Karena dengan adanya Windows Update pihak Samsung khawatir sistem operasinya tidak cocok dengan laptop Samsung sendiri. Sebab jika keadaannya demikian akan muncul banyak masalah yang tidak diduga oleh pengguna laptop Samsung.

Kabarnya pihak Samsung dan Microsoft akan segera bertemu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena pihak Microsoft merasakan betapa pentignya menjaga keamanan pengguna dan Windows Update sendiri adalah komponen yang sangat penting sebagai bentuk komitment Windows terhadap penggunanya. Terdengar serba salah bagi kedua pihak ini. Di satu sisi pihak Samsung tak ingin penggunanya mendapat masalah dengan laptopnya gara-gara Windows Update dan Microsoft sendiri juga tak ingin keamanan penggunanya terancam karena pembaharuan sistem operasinya ‘mati’ di laptop tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY