vivo-x5-max-review-1

Aturan yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu tampaknya mulai direspon oleh berbagai pihak. Ada yang siap mendukung aturan tersebut, ada pula yang sempat menolaknya. Namun ternyata aturan yang disebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) itu dianggap sebagai sebuah tantangan oleh Vivo, salah satu vendor asal Tingkok yang saat ini sedang memasarkan produk mereka di tanah air.

Sejak semakin rajinnya para vendor melahirkan produk-produk terbaru yang disebar ke berbagai Negara termasuk Indonesia, pemerintah terlihat mulai memberlakukan beberapa aturan baru untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tentu saja tidak diinginkan. Salah satu aturan yang sedang diberlakukan oleh pemerintah saat ini adalah segala sesuatu yang terkait dengan TKDN yang beberapa waktu terakhir masih menjadi perbincangan hangat di tanah air. Tapi itu bukan masalah besar bagi perusahaan besar seperti Vivo.

Sebagai sebuah perusahaan besar yang sekarang juga bermain di ranah smartphone dengan dukungan 4G LTE, Vivo mengerti kalau ada aturan main yang mesti mereka ikuti ketika memasarkan produk mereka di Indonesia. Seperti yang diketahui, pemerintah sudah memberlakukan aturan wajib bagi para vendor yang ikut meramaikan ranah jarimgan 4G LTE, tidak terkecuali Vivo. Namun Vivo tampaknya tidak gentar dengan adanya syarat wajib yang diberlakukan tersebut. Pihaknya dikabarkan telah menyiapkan sejumlah dana untuk menjawab tantangan tersebut.

Demi memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Vivo menyatakan bahwa mereka akan membangun fasilitas berupa pabrik di Indonesia. Namun selama pabrik tersebut belum dibangun Vivo akan menggunakan jasa rekan kerja mereka dalam memproduksi smartphone 4G mereka supaya bisa memenuhi syarat syarat yang sudah ditentukan untuk ponsel lokalnya. Meskipun sebenarnya langkah tersebut dianggap terlambar Karen pemerintah Indonesia telah memberlakukan aturan TKDN terlebih dahulu.

Guna menarik perhatian banyak pengguna di Indonesia, selama beroperasi di Indonesia Vivo sudah melakukan branding melalui lima smartphone unggulan mereka. Selain itu mereka juga menggandeng beberapa e-commerce serta para distributor untuk memperlancar usaha mereka di tanah air. Meski belum lama berada di pasaran Indonesia, Vivo mengaku sudah melakukan investasi yang sangat besar. Mereka mengerluarkan dana sekitar 266 Miliar Rupiah sebagai investasi mereka di Indonesia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY