Vaio Z dan Vaio Z Canvas

Vaio Z dan Vaio Z Canvas dua varian baru notebook Vaio yang diperkenalkan ke publik pada Senin, 16 Februari kemarin di Jepang. Kedua notebook ini adalah perangkat pertama yang secara langsung didesain oleh Vaio setelah berganti kepemilikan.

Setelah lama tak terdengan kiprahnya pasca dilepas oleh Sony, Vaio siap kembali unjuk gigi di pasar notebook premium. Setelah pergantian kepemilikan dari Sony ke perusahaan investasi Japan Industrial Partner, Vaio memang sama sekali belum mengeluarkan produk baru lagi. Dan kini sang pemilik baru sudah siap untuk mengembalikan kesuksesan Vaio lagi.

Vaio Z merupakan varian ultrabook yang memiliki desain yang unik karena bisa difungsikan seperti tablet. Hal ini karena layar Vaio Z bisa diputar hingga 360 derajat.

Ultrabook Vaio Z ini hadir dengan bentang layar 13,3 inchi, khas notebook premium. Konsumen akan diberikan dua pilahn prosesor yaitu Vaio Z dengan Intel i7 dan Vaio Z dengan intel i5. Bodinya terlihat menawan dengan bahan aluminium. Seperti ultrabook premium lainnya, Vaio z juga menggunakan SSD sebagai media penyimpanannnya.

Daya tahan baterai tampaknya menjadi salah satu point utama pada ultrabook ini. Vaio Z diklaim dapat menyala hingga 15,5 jam setelah baterainya diisi penuh.

Sementara Vaio Z Canvas lebih mirip dengan notebook hybrid yang saat ini telah banyak beredar di pasaran. Layarnya dan keyboardnya dapat dipisahkan sehingga bisa difungsikan sebagai tablet pada umumnya. Jika keduanya disatukan kembali maka akan berfungsi sebagai notebook.

Namun ukuran layar Vaio Z Canvas lebih besar dari tablet pada umumnya. Ukuran layarnya adalah 12,3 inchi. Notebook ini akan dibekali prosesor intel i7 dengan memori onboard 16 GB. Media penyimpanannya juga menggunakan SSD yang berkapasitas 256 GB.

Untuk urusan harga nampaknya Vaio masih bertahan dengan harga mahalnya. Vaio Z akan dijual dengan harga 1600 USD atau setara dengan 20,3 juta rupiah. Sementara produk satunya Vaio Z Canvas belum diketahui harga pastinya. Akankah Vaio dapat mengambil hati konsumen lagi dengan produk mahalnya itu? Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY