Perhatikan Jajanan Anak Di Sekolah

Perhatikan Jajanan Anak Di Sekolah

49
0
SHARE

1

Sudah menjadi rahasia umum bahwa makanan dan minuman yang banyak dijajakan dilingkungan sekolah di Indonesia menyimpan bahaya terhadap anak-anak. Walau pun sering diberitakan banyak kasus gangguan kesehatan bahkan menelan korban jiwa akibat mengkonsumsi jajanan sekolah tetapi pedagang jajanan sekolah tetap ramai didatangi anak-anak.

Lemahnya pengawasan dan pengendalian terhadap mutu jajanan anak sekolah jelas beresiko terhadap kesehatan anak-anak. Orangtua dan sekolah harus mengajari anak-anak untuk mampu:

1. Mengenali pangan yang aman.Mengenali makanan yang bagaimana yang aman untuk dikonsumsi. Aman di sini adalah aman bagi kesehatan mereka. Banyak jajanan di sekolah yang diketahui mengandung berbagai zat kimia berbahaya misalnya boraks, formalin, zat pewarna (rhodamin B dan methanil yellow) serta zat pengawet lainnya yang dapat memicu penyakit kanker dan kerusakan hati. Anak-anak bisa diajarkan bahwa jajanan semisal manisan dan es sirup yang mempunyai warna cerah dan memikat biasanya mengandung zat pewarna (Methanyl yellow ) yang tidak diperuntukan untuk makanan dan minuman.

2. Membeli makanan yang aman. Kadang sulit dihindarkan untuk tidak memberi uang jajan kepada anak-anak dengan berbagai alasan. Nah, adalah sangat penting untuk membantu anak-anak untuk selektif dalam membeli makanan atau minuman. Apa yang tampaknya menarik belum tentu baik untuk kesehatan. Bersikap teliti sebelum membeli adalah langkah yang bijaksana, dengan memastikan bahwa jajanan yang akan dibeli itu bersih, tidak berbau, dan segar. Sebaiknya pula membeli jajanan di tempat yang bersih seperti di kantin yang dikelola oleh sekolah. Kantin sekolah yang baik akan selalu menjaga higienitas baik itu makanan minuman maupun tempat.

3. Memperhatikan label pada kemasan. Masyarakat terutama anak-anak jarang yang begitu perduli terhadap label yang tertera pada kemasan makanan dan minuman. Anak-anak harus menjadi pembeli yang cerdas dan kritis. Cerdas membaca kandungan (ingridients) makanan termasuk tanggal kadaluarsa. Ajari anak-anak untuk tidak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung MSG atau garam tidak beryodium. Anak-anak juga perlu bersikap kritis ketika menjumpai makanan atau minuman yang sudah kadaluarsa atau mengandung zat berbahaya.

4.Menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan harus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan harus menjadi sebuah budaya. Maka dari itu penting bagi sekolah untuk menyediakan tempat cuci tangan atau kamar mandi yang bersih bagi anak sekolah. Anak-anak harus diberi pengetahuan bahwa kuman, bakteri, dan bahan kimia yang banyak bersentuhan dengan mereka dapat menyebabkan berbagai penyakit. Semisal bakteri e-coli yang bisa menyebabkan sakit perut dan diare.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY