1

Si Kecil bersin-bersin setiap kali berada di ruangan yang kotor dan berdebu? Mungkin ia memiliki alergi debu. Debu memang membuat ruangan menjadi kotor, namun sebenarnya debu bukan merupakan suatu zat yang berbahaya. Apabila anak memiliki hipersensitivitas terhadap debu, ini berarti sistem kekebalan tubuhnya menganggap debu sebagai suatu barang berbahaya yang harus dienyahkan. Oleh karena itu, sistem imunitas melancarkan reaksi peradangan – umumnya di saluran pernapasan – ketika anak terpapar debu.

Gejala Alergi Debu

Umumnya, gejala alergi debu terjadi pada saluran pernapasan, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung meler, batuk, sesak napas, dan serangan asma. Selain itu, alergi debu juga dapat menyebabkan mata merah, gatal, dan berair, serta gatal-gatal pada kulit. Gejala tersebut biasanya timbul ketika atau setelah aktivitas membersihkan rumah, seperti menyedot debu, menyapu, dan membersihkan debu pada perabotan rumah.

Pencetus Alergi Debu

Selain debu, anak yang alergi debu juga rentan terhadap beberapa hal berikut:

Tungau debu rumah. Tungau (kutu) merupakan salah satu pencetus asma pada anak yang utama. Biasanya tungau hidup di dalam kasur dan dapat berkembang biak dengan baik pada lingkungan dengan suhu yang hangat dan lembap. Partikel tungau ini banyak ditemukan di bantal, kasur, karpet, dan barang berbulu lainnya (termasuk boneka).

Spora jamur dapat melayang-layang di udara. Spora yang terhirup oleh orang yang sensitif dapat mencetuskan gejala alergi. Jamur dapat tumbuh sumbur di tempat yang lembap, seperti kamar mandi dan dapur.
Serbuk sari bunga yang banyak terdapat di taman juga dapat menjadi pencetus alergi.

Bulu binatang, air liur, urine, feses, serta partikel kulit yang terlepas dapat mencetuskan alergi pada anak yang alergi debu. Sebaiknya, Anda tidak memelihara binatang peliharaan jika Si Kecil alergi terhadap hal tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY