1

Temulawak memiliki kandungan aktif Curcumin. Sebagai zat aktif, curcumin merupakan antioksidan yang kuat. Dimana antioksidan merupakan substansi yang dapat melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul-molekul yang tidak stabil yang disebut radikal bebas.

Selain itu, curcumin menurunkan kadar beberapa enzim dalam tubuh yang menyebabkan peradangan (inflamasi). Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa curcumin dapat bermanfaat pada beberapa kondisi berikut:

1. Dispepsia

Curcumin menstimulasi kandung empedu untuk lebih produktif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi turmeric dapat mengatasi gejala kembung. Pada kesehatan , dapat membantu melancarkan proses pencernaan.

2. Kanker

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa curcumin dapat mencegah beberapa tipe kanker, termasuk prostat, payudara, kulit, dan usus besar. Efek tersebut mungkin dapat dicapai karena curcumin merupakan antioksidan yang kuat, melindungi sel dari kerusakan. Namun, diperlukan penelitian yang lebih jauh mengenai hal ini. Kanker sebaiknya tetap ditangani dengan terapi konvensional.

3. Infeksi bakteri dan virus

Penelitian di laboratorium dan pada hewan menunjukkan bahwa curcumin dapat membunuh bakteri dan virus. Namun, para peneliti belum dapat membuktikan efek yang sama dapat ditemukan pada manusia. Dengan curcumin yang membantu menekan angka risiko infeksi, maka curcumin dapat membantu kelancaran pproses pertumbuhan dan perkembangan anak.

4. Uveitis

Sebuah penelitian tahap awal menunjukkan bahwa curcumin dapat membantu menangani uveitis, sebuah peradangan pada mata. Pada penelitian yang melibatkan 32 orang dengan uveitis kronik anterior tersebut, curcumin dikatakan memiliki efektivitas yang sama dengan kortikosteroid yang biasa diberikan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY